Golden Teknik Bali

Where’s My Waste Water?

Waste water atau air limbah kotor adalah segala air yang telah kita pakai untuk urusan kamar mandi, mencuci piring, mencuci baju dan berbagai kegiatan sehari-hari lainnya. Pada dasarnya kita mengetahui tempat penampungan limbah rumahan yang dinamakan septic tank. Septic tank berfungsi untuk menampung air yang bercampur dengan kotoran tinja dan urin (black water). Campuran air dan kotoran yang ditampung akan mengalami sedimentasi dan material padat dan cairakan terpisah. Air dan kotoran tersebut akan mengalami proses dekomposisi secara perlahan di dalam tangki sehingga bahan cair terurai menjadi campuran lemak dan minyak sedangkan benda padat yang didasar menjadi lumpur. campuran minyak dan lemak dan lumpur akan dipompa keluar dari tangki dalam suatu jangka waktu. Sisa campuran yang tidak terurai akan langsung di buang dan di resapkan ke tanah.

Seiring dengan perkembangan zaman, septic tank sendiri mulai dianggap tidak ramah lingkungan karena kotoran tidak terurai dengan baik dan campuran yang tidak terurai dibuang ke lingkungan. Kotoran tersebut memiliki kemungkinan untuk mencemari lingkungan. Untuk itu, dikembangkan sebuah produk yang dinamakan “bio”-septic tank.

Bio-Septic Tank

Bio-Septic tank memiliki berbagai kelebihan dibanding septic tank konvensional. Sebagaimana namanya “bio”, produk ini menggunakan mikroorganisme untuk mengolah kotoran menjadi lebih ramah lingkungan. Hasil olahan mikroorganisme ini menjamin hasil akhir yang keluar dari bio-septic tank ini tidak bau dan tidak mencemari lingkungan. Selain kebersihannya, bio-septic tank ini mudah dipasang dan dipindahkan karena unit sudah dibuat sebelumnya (premade). Unit juga menjadi lebih kuat dan tahan bocor karena menggunakan material seperti fiber.

Disisi lain, Septic tank dan bio-septic tank tidak dapat menampung air limbah kotor (grey water). Pada umumnya rumah-rumah atau tempat-tempat yang menggunakan septic tank membuang air limbah kotor (grey water) ke saluran pembuangan umum seperti got dan selokan. Hal tersebut tentunya mencemari lingkungan. Untuk menutup kekurangan tersebut, banyak bangunan dengan skala besar seperti restoran, hotel dan apartemen menggunakan produk yang bernama bio-sewage treatment plan atau Bio-STP.

Bio-STP

Bio-STP memiliki kapasitas yang lebih besar dari septic tank dan bio septic tank.  Kapasitas besar tersebut juga didukung oleh proses yang terjadi didalamnya. Seperti bio septic tank, Bio-STP juga menggunakan mikroorganisme sebagai pengurai dari kotoran yang masuk. Air kotor (black water) dan air bekas (grey water) yang masuk kedalam akan mengalami proses sedimentasi. Benda padat yang berada didasar akan diolah pada dasar tangki sampai menjadi lumpur dan dapat diolah oleh Bio-STP. Lumpur dan air bekas lalu masuk kedalam sistem dan diolah secara biologis dengan mikroorganisme. Mikroorganisme akan memecah senyawa kotoran menjadi senyawa yang lebih sederhana dan menyingkirkan fosfor dan nitrogen.

Cairan yang sudah diolah kemudian dialirkan ke dalam bagian lain dalam Bio-STP untuk memasuki proses filtrasi untuk menjamin cairan hasil olahan bersih dari benda padat apapun. Cairan tersebut lalu memasuki proses disinfenksi untuk membersihkan virus, bakteri ataupun mikroorganisme yang tersisa.

Air hasil olahan Bio-STP memiliki standar kebersihan dan jaminan mutu. Oleh karena, air olehan ini dapat dimanfaatkan lagi untuk keperluan yang tidak bersentuhan langsung dengan manusia seperti menyiram tanaman, kebersihan dan juga proses proses industri.

Anda bingung untuk memilih produk yang tepat untuk rumah anda? Anda membutuhkan ahli yang mengerti apa yang anda inginkan? Hubungi kami segera.

Golden Quality, Golden Teknik Bali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *